BAB 13 – TINGKAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN

Keputusan konsumen untuk membeli atau tidak membeli suatu produk atau jasa merupakan saat yang penting bagi pemasar. karena keputusan ini dapat menandai apakah suatu strategi pemasaran telah cukup bijaksana, berwawasan  luas, dan  efektif, atau apakah kurang baik direncanakan atau keliru menetapkan sasaran. Keputusan merupakan seleksi terhadap dua pilihan alternative atau lebih.

Riset konsumen eksperimental mengungkapkan bahwa menyediakan pilihan bagi konsumen ketika sesungguhnya tidak ada satu pun pilihan, dapat dijadikan strategi bisnis yang tepat, strategi tersebut dapat meningkatkan penjualan dalam jumlah yang sangat besar.

Terdapat tiga tingkat pengambilan keputusan konsumen spesifik, yaitu:

  1. Pemecahan masalah yang luas
  2. Pemecahan masalah yang terbatas
  3. Perilaku sebagai respon yang rutin

Empat Pandangan Mengenai Pengambilan Keputusan Konsumen
Teori-teori pengambilan keputusan konsumen bervariasi, tergantung kepada asumsi peneliti mengenai sifat-sifat manusia.

Terdapat empat pandangan atas pengambilan keputusan konsumen:

  1. Pandangan ekonomi
  2. Pandangan pasif
  3.  Pemasar
  4. Pandangan kognitif
  5. Pandangan emosionaL

 

  1. 2.      KESADARAN KONSUMEN  TERHADAP KEBUTUHAN DAN KEINGINANNYA

Dapatnya  kebutuhan diklasivikasikan  oleh beberapa ahli memberikan gambaran kebutuhan konsumen tetap dalam jangka waktu yang lam.pengembangan atau kombinasi dari kebutuhan tersebut,mempunyai jangka waktu aktif lebih temporer dan berlangsung  pada individu konsumen.manusia membutuhkan makanan dalam keadaan lapar dan minuman dalam keadaan haus,dimana zuwendi seorang muslim minum air dingin yang tidak beralkohol.abraham maslow (pramudya sunu,1999,:6)

Mengklasifikasikan kebutuhan secara sistematik ke dalam lima katagori sebagai berikut :

  • Kebutuhan fisiologis
  • Kebutuhan rasa aman
  • Kebutuhan sosial
  • Kebutuhan ego
  • Kebutuhan perwujudan diri

 

Kenyataanya ,produk  diproduksi oleh produsen dan sebagai individu konsumen tidak menyadari kebutuhaannya sendiri. Hal tersebut sejalan dengan hambatan orientasi pasar dalam pandangan indriantiy sudirman (2003:16) sebagai berikut :

  • Pelanggan tidak selalu menyadari kebutuhannya, terutama kebutuhan waktu yang akan datang sehingga perusahaan perlu mengarahkannya sebelum perusahaan lain melakukannya.
  • Meskipun kebutuhan tersebut dapat di identifikasikan oleh pelanggan, mereka sendiri tidak mamou  menentukan cara terbaik  untuk memenuhinya.

Kegiatan Pencaria Informasi

Kegiatan pencarian informasi dilakukan  konsumen yang mempunyai kesadaran terhadap kebutuhan dan keinginan. Kesadaran tersebut,menjadi dorongan internal konsumen mengumpulkan informasi mengenai tersedianya berbagai alternative yang memenuhi atau akn memenuhi  kebutuhan dan keinginannya.ketersediaan alternative dalam keberadaannya  dibatasi sumber daya individu konsumen dan kemampuan organisasi dengan produknya yang memunculkan perbedaan.sutisna (2001:21) menyebutkan terdapat 2 tipe pencarian informasi yang dilakukan olehkonsumen sebagai mana diperlihatkan dalam table sebagai berikut :

 

 

 

Tabel

Tipe-tipe pencarian informasi yang dilakukan konsumen

Pencarian informasi pra pembelian Pencarian informasi terus menerus
Determine

  • Keterlibatan dalam pembelian
  • Lingkungan pasar
  • Factor-faktor situasional

Motif pencarian

  • Membuat keputusan pembelian yang lebih baik

Hasil yang diharapkan

  • Meningkatkan pengetahuan atas produk dan pasar
  • Meningkatkan hasil yang memuaskan
Determine

  • Keterlibatan dengan produk
  • Lingkungan pasar
  • Factor-faktor situasional

Motif pencarian

  • Membangun bank informasi untuk digunakan pada masa mendatang sebagai cara untuk bersenang-senang

Hasil yang diharapkan

  • Meningkatkan pengetahuan atas produk dan pasar yang akan digunakan untuk pembelian efektif dan efisien pada masa mendatang
  • Mempengaruhi orang lain
  • Meningkatkan kepuasa

 

Berdasarkan table,terdapat dua tipe pencarian informasi yang dilakukan konsumen,yaitu pencarian informasi pra pembelian, pencarian informasi terus menerus.perbedaan penting dari dua tipe tersebut,pra pembelian merupakan kegiatan pengobatan sedangkan informasi terus menerus  sebagai pencegahan.bersama tampak pada tujuan memperoleh alternative terbaik dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin yang dapat diketahui.

This entry was posted in TUGAS AKHIR PERILAKU KONSUMEN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s