BAB 12 – PENGARUH KONSUMEN DAN PENYEBARAN INOVASI

DINAMIKA PROSES KEPEMIMPINAN PENDAPAT

Proses kepemimpinan pendapat merupakan kekuatan konsumen nyang sangat dianamis dan berpengaruh. Sebagai sumber komunikasi informal, para pemimpin pendapat sangat efektif mempengaruhi para konsumen dalam keputusan mereka yang berhubungan dengan produk. Beberapa sebab dari keefektifan para pemimpin pendapat dibahas pada bagian berikut ini.

  • KREDIBILITAS
  • INFORMASI PRODUK YANG POSITIF DAN NEGATIF
  • INFORMASI DAN NASIHAT
  • KEPEMIMPINAN PENDAPAT BERSIFAT SPESIFIK MENURUT KATEGORI
  • KEPEMIMPINAN PENDAPAT MERUPAKAN JALAN DUA ARAH

MOTIVASI DI BELAKANG KEPEMIMPINAN PENDAPAT

Untuk memahami fenomena kepemimpinan pendapat, sangat berguna mempelajari motivasi mereka yang memberikan dan mereka yang menerima informasi yang berhubungan dengan produk.

  • KEBUTUHAN PARA PEMIMPIN PENDAPAT
  • KEBUTUHAN PARA PENERIMA PENDAPAT
  • PEMBELI PENGGANTI VERSUS PEMIMPIN PENDAPAT

PENGUKURAN KEPEMIMPINAN PENDAPAT

            Para peneliti konsumenm tertarik untuk mengenali dan mengukur pengaruh proses kepemimpinan pendapat terhadap perilaku konsumsi. Dalam mengukur kepemimpinan pendapat, peneliti mempunyai pilihan dari empat teknik pengukuran yang pokok yaitu ;

  1. Metode penunjukan diri
  2. Metode sosiometris
  3. Metode pelapor kunci
  4. Metode obyektif

PROFIL PEMIMPIN PENDAPAT

Karakteristik profil pemimpin pendapat:

SIFAT-SIFAT UMUM UNTUK KATEGORI PRODUK SIFAT-SIFAT UNTUK KATEGORI KHUSUS
Keinovatifan Perhatian
Kesediaan untuk bicara Pengetahuan
Kepercayaan diri Keterbukaan terhadap media minat khusus
Kesukaan berkumpul Usia yang sama
Pembedaan kognitif Status soisal yang sama dan keterbuakaan terhadap masyarakat diluar kelompok

LINGKUNGAN SITUASIONAL KEPEMIMPINAN PENDAPAT

ARUS KOMUNIKASI DUA LANGKAH

PENYEBARAN INOVASI

            Kerangka untuk mengadakan penelitian mengenai penerimaan konsumen terhadap berbagai produk baru diambil dari bidang penelitian yang dikenal sebagai penyebaran inovasi. Para peneliti konsumen yang mengkhususkan diri dalam penyebaran inovasi sangat tertarik untuk memahami dua proses yang berhubungan erat : proses penyebaran  dan proses adopsi.

  1. INOVASI

Tidak ada definisi atau istilah dari inovasi atau produk baru yang dapat diterima secara universal. Sebagai gantinya, pendekatan telah diambil untuk mendefinisikan produk baru atau jasa baru, semuanya ini dapat diklasifikasikan sebagai definisi inovasi yang berorientasi perusahaan, produk, pasar, dan konsumen.

 

Definisi yang berorientasi perusahaan

Pendekatan dengan orientasi ini memandang produk tertentu dari perspektif perusahaan yang menghasilkan atau memasarkannya. Jika produk itu “baru” bagi perusahaan, produk baru dianggap baru. Definisi ini mengabaikan apakah produk itu benar-benar baru atau tidak bagi pasar ( yaitu bagi para pesaing atau para konsumen). Sesuai dengan pandangan ini, tiruan atau modifikasi dari produk para pesaing akan memenuhi syarat sebagai baru.

Definisi yang berorientasi produk

Berbeda dengan yang berorientasi perusahaan, pendekatan dengan orientasi ini memfokuskan pada keistimewaan yang melekat pada produk itu sendiri dan dampak keistimewaan ini pada pola pemakaian konsumen yang telah terbentuk. Satu kerangka yang berorientasi produk mempertimbangkan tingkat gangguan produk baru terhadap pola perilau yang sudah terbentuk.

Kerangka ini mendefinisikan ketiga tipe tipe inovasi produk esebagai berikut ;

  1. Inovasi yang berkesinambungan
  2. Inovasi yang berkesinambungan yang secara dinais
  3. Inovasi yang tidak berkesinambungan

Definisi yang berorientasi pasar

Pendekatan dengan orientasi ini menilai barunya produk dari sudut sejauh mana para konsumen terbuka terhadap produk baru. Ua definisi inovasi produk yang berorientasi pasar telah digunakan berbagai studi mengenai konsumen :

  • Produk dianggap baru jika telah dibeli oleh sejumlah calon pasar yang presentasenya relatif kecil (pasti).
  • Produk dianggap baru jika telah ada dipasar selama jangka waktu yang relatif pendek (tertentu).

Kedua definisi ini pada dasarnya subyektif, karena definisi tersebut memberi peluang pada peneliti pasar melakukan tugas menetapkan tingkat peneterasi penjualan dipasar yang menjadi sifat produk sebagai inovasi.

Definisi yang berorientasi konsumen

Walaupun ketiga pendekatan diatas berguna abagi para peneliti konsumen dalam penelitian mereka menegnai penyebaran inovasi, beberapa peneliti lebih menyukai pendekatan yang berorientasi konsumen dalam mendefinisikan inovasi. Dalam konteks ini, produk “baru” adalah setiap produk yang dinilai calon konsumen sebagai baru.

Sifat-sifat produk yang mempengaruhi penyebaran

Semua produk “baru” tidak mempunyai keungkinan yang sama untuk diterima konsumen.

Terdapat lima karakteristik produk yang kelihatan mempengaruhi penerimaan konsumen terhadap produk baru, yaitu :

  1. Keunggulan relatif
  2. Kecocokan
  3. Kerumitan
  1. SALURAN KOMUNIKASI

Beberapa kecepatan inioasi menyebar keseluruh pasar tergantung pada banyaknya komunikasi antara pemasar dan para consumen, maupun komunikasi diantara para consumen (komunikasi lisan). Yang menjasi pokok perhatian adalah tidak terbukanya pengaruh relatif sumber-sumber impersonal (masalah iklan dan editorial) dan sumber-sumber antar personal (tenaga penjual dan pemimpin pendapat informasi).

  1. SISTEM SOSIAL

Penyebaran produk baru biasanya terjadi dilingkungan social tertentu yang sering disebut sistem sosial. Dalam konteks perilaku konsumen, istilah segmen pasar dan pasar target ( pasar sasaran) mungkin lebih relevan daripada istilah sistem sosial yang digunakandalam penelitian mengenai penyebaran. Statu sistem sosial merupakan sebuah lingkungan fisik, sosial, atau kulyural tempat orang-orang menjadi bagian dan tempat mereka melakukan fungís masing-masing.

Menurut seorang ahli, karakteristik berikut ini melambangkan suatu sistem sosial modern.

  • Sikap yang positif terhadap perubahan
  • Teknologi maju dan tenaga kerja yang trampil
  • Rasa hormat yang umum terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan
  • Penekanan pada hubungan sosial yang rasional dan tertib daripada hubungan emocional
  • Perspektif yang lebih jauh, dimana para anggota sistem sering berinteraksi dengan orang luar, dengan demikian mempermudah masuknya berbagai gagasan baru kedalam sistem sosial
  • Sistem dimana para anggota dengan cepat dapat melihat diri mereka dalam peran yang Sangay berbeda
  1. WAKTU

Waktu merupakan tulang punggung proses penyebaran . bahasa tentang waktu meliputi studi penyebaran dalam tiga cara yang berbeda tetapi saling berhubungan :

  1. Waktu pembelian
  2. Kategori pemakai

lima kategori pemakaian sering disebut dalam literatur mengenai penyebaran  :

  • Inovator
  • Pemakai awal
  • Mayoritas awal
  • Mayoritas belakangan
  • Orang yang terlambat
  1. Kecepatan pemakaian

PROSES ADOPSI

Proses utama kedua dalam penyebaran inovasi dalah adopsi. Fokus proses ini adalah tahap-tahap dilalui seseorang konsumen sebelum sampai pada keputusan untuk mencoba atau terus menggunakan atau berhenti menggunakan suatu produk tersebut. (proses adopsi tidak bole dikacaukan dengan kategori pemakai).

TAHAP-TAHAP PROSES ADOPSI

Sering diamsumsikan bahwa konsumen bergerak melalui lima tahap untuk sampai ke keputusan untuk membeli atau menolak produk baru tertentu :

  • Kesadaran
  • Minat
  • Penilaian
  • Percobaan
  • Pamakaian (penolakan)

 

This entry was posted in TUGAS AKHIR PERILAKU KONSUMEN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s