BAB 9 – KELAS SOSIAL DAN STATUS SOSIAL, PENGUKURAN KELAS SOSIAL, MOBILITAS SOSIAL

KELAS SOSIAL DAN STATUS SOSIAL

Para peneliti sering mengukur kelas social dari sudut status social yaitu dengan membatasi setiap kelas social dengan banyaknya status  yang di punyai para anggota di bandingkan dengan yang di punyai para anggota kelas social lain. Dalam penelitian kelas social (disebut juga stratifikasi sosial), status sering sering di anggap sebagai penggolongan relative para anggota setiap kelas social dari segi factor-faktor status tertentu. Sebagai contoh, kekayaan relative (banyak asset ekonomi), kekuasaan (tingkat pilihan atau pengaruh pribadi terhadap orang lain) dan martabat (tingkat pengakuan yang diperoleh dari orang lain) merupakan tiga factor yang sering digunakan ketika menilai kelas social. Ketika mempertimbangkan perilaku  konsumen dan riset pasar, status paling sering ditentukan  dari sudut satu variable demografis atau yang lebih cocok seperti ini (sosioekonomi) :

  • Penghasilan keluarga
  • Status pekerjaan
  • Pencapaian pendidikan.

Variable-variable sosioekonomi ini, sebagai gambaran status, digunakan sehari-hari oleh para praktisi pemasaran untuk mengukur kelas social.

KELAS SOSIAL MERUPAKAN BENTUK SEGMENTASI HIERARKIS DAN ALAMIAH.

Kategori kelas social biasanya disusun dalam hierarki, yang berkisar dari status rendah sampai status yang tinggi. Dengan demikian, para anggota kelas tertentu merasa para anggota kelas sosial lainya mempunyai status yang lebih tinggi atau yang lebih rendah dari pada mereka. Karena itu, bagi kebanyakan orang,penggolongan social berarti orang tersebut sama dengan mereka (dalam kelas social yang sama), superior dibanding mereka (kelas social yang lebih tinggi), maupun inferior dibanding mereka (kelas social yang lebih rendah).

 

UKURAN KELAS SOSIAL

Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas social tercakup dalam berbagai kategori yang luas berikut ini, ukuran subyektif, ukuran reputasi, dan ukuran obyektif dari kelas social.

 

UKURAN SUBYEKTIF.

Dalam pendekatan subyektif untuk mengukur kelas social, para individu di minta untuk menaksir kedudukan kelas social mereka masing-masing, klasifikasi keanggotaan kelas social yang di hasilkan di dasarkan pada persepsi partisipasi terhadap dirinya atau citra diri partisipan. Kelas social di anggap sebagiai fenomena yang menggambarkan rasa memiliki atau mengidentifikasi dengan orang lain.ukuran keanggotaan social yang subyektif cenderumg menghasilkan berlimpahnya orang yang menggolongkan diri sebagai kelas menengah.

 

UKURAN REPUTASI

Para sosiolog telah menggunakan pendekatan reputasi untuk memperoleh pengertian yang lebih baik mengenai struktur masyarakat tertentu yang sedang di pelajari. Tetapi, para peneliti konsumen lebih tertarik pada ukuran kelas social untuk memahami pasar dan perilaku konsumsi dengan lebih baik, bukan struktur social. Sesuai dengan tujuan yang lebih terfokus ini, pendekatan reputasi telah terbukti tidak dapat di pergunakan.

 

UKURAN OBYEKTIF

Berbeda dengan metode subyektif dan reputasi. Yang mengharuskan orang memimpikan kedudukan kelas social mereka sendiri atau kedudukan para anggota masyarakat lainya, ukuran obyektif terdiri dari berbagai variable demografis atau sosioekonomis yang dipilih mengenai para individu yang sedang di pelajari. Semua variable ini di ukur melalui kuesioner yang berisi beberapa pertanyaan factual kepada para responden mengenai diri mereka sendiri, keluarga atau tempat tinggal mereka. Ketika memilih ukuran obyektif kelas social, kebanyakan peneliti lebih menyukai satu atau beberapa variable berikut ini, pkerjaan, jumlah penghasilan, dan pendidikan.

 

Ukuran obyektif kelas social terbagi menjadi dua kategori pokok yaitu, indeks variable tunggal indeks dan variable gabungan

 

INDEKS VARIABLE TUNGGAL

Indeks variable tunggal hanya menggunakan satu variable social ekonomi untuk menilai keanggotaan kelas social. Beberapa dari variable yang di gunakan untuk tujuan ini di bahas berikut ini.

Pekerjaan

Pendidikan

Penghasilan

Variable lain

 

INDEKS VARIABLE GABUNGAN

Indeks gabungan secara sistematis menggabungkan sejumlah factor social ekonomi untuk membentuk satu ukuran kelas social secara menyeluruh. Indeks tersebut sangat menarik bagi para peneliti konsumen karena dapat menggambarkan dengan lebih kompleks kelas social di bandingkan indeks variable tunggal.

Dua diantara indeks gabungan yang lebih penting adalah indeks karakteristik status dan skor status social ekonomi.

  1. 1.      Indeks karakteristik status, ukuran kelas social yang klasik adalah ukuran tertimbang dari berbagai variable social ekonomi berikut, pekerjaan, sumber penghasilan, model rumah, dan daerah tempat tinggal.
  2. 2.      Skor status social ekonomi, ukuran kelas social ini yang menggabungkan antara tiga variable social ekonomi dasar yaitu, pekerjaan, keluarga dan tingkat pendidikan.
About these ads
This entry was posted in TUGAS AKHIR PERILAKU KONSUMEN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s